Senjata Tradisional Jawa Barat | Kujang, Balincong, Patik, Bedog, Congkrang, Arit, Sulimat

Senjata Tradisional Jawa Barat – Halo berjumpa lagi dengan hidup simpel, kali ini kita akan membahas tentang senjata tradisional Jawa Barat mulai dari Kujang, Balincong, Patik, Bedog, Congkrang, Arit dan Sulimat.

Dari banyaknya jenis senjata tradisional tersebut dapat kita simpulkan bahwasanya Jawa Barat atau kita kenal sebagai suku Sunda sangat kaya akan budaya daerahnya seperti senjata tradisional. Terbukti senjata tradisional tersebut masih eksis dan digunakan sampai saat ini.

Berikut tim hidup simpel akan rangkum 7 senjata tradisional Jawa Barat. Cekidot.

1. Senjata Tradisional Jawa Barat (Kujang)

senjata tradisional jawa barat kujang

alampedia.blogspot.com

Kujang merupakan senjata tradisional dari Jawa Barat yang mana oleh masyarakat Sunda disakralkan dan dianggap magis. Kujang menurut masyarakat Jawa Barat berasal dari bahasa sunda kuno yaitu kata Kudi dan Hyang.

Kudi yang berarti Senjata dengan kekuatan gaib sedangkan Hyang berarti dewa atau masyarakat sunda mengartikannya kedudukan yang di atas Dewa. Berarti Kujang adalah pusaka yang mememiliki kekuatan magis yang kekuatannya berasal dari para dewa.

Ukurannya senjata kujang biasanya berkisar antara 20 sampai 25 cm dan digunakan sebagai perlengkapan peralatan pakaian laki-laki.

Peneliti menyimpulkan bahwasanya dari bentuk kujang, kira-kira senjata ini diperkenalkan oleh nenek moyang Sunda yaitu sebelum abad 8 dan 9, namun ada juga pendapat bahwasanya kujang dibuat pada abad 8 dan 9.

Fungsi Kegunaan Senjata Tradisional Kujang

Beberapa fungsi kegunaan senjata kujang bagi masyarakat Sunda diantaranya

  1. Digunakan sebagai lambang atau simbol contohnya logo pemerintah atau organisasi
  2. Peralatan Pertanian, hal ini berdasarkan naskah kuno sanghyang. Masyarakat sunda biasa menggunakannya untuk menebang kayu, memangkas tumbuhan dan nyacar. atau bisa disebut Kujang pamangkas
  3. Sebagai hiasan untuk pajangan. kita bisa saksikan di rumah warga sunda di temboknya dipasang kujang.
  4. kujang pusaka. Pada zaman dahulu digunakan sebagai senjata perang.
  5. Kujang pusaka, yaitu lambang keagungan dan pelindungan

Jenis Kujang

senjata tradisional jawa barat jenis kujang

kujangpajajaran-bogor.blogspot.com

Selain itu keunikan yang ada pada senjata ini adalah adanya berbagai macam variasi bentuk. Berikut beberapa bentuk jenis senjata kujang yang terkenal.

  1. Kujang Ciung. Bentuk Kujang yang mirip dengan burung Ciung
  2. Kujang Jago. Bentuknya mirip dengan ayam jago
  3. Kujang Badak. Bentuknya mirip dengan hewan Badak (karena ada cula).
  4. Kujang Kuntul. Bentuknya mirip dengan burung Kuntul
  5. Kujang Naga. Bentuknya mirip dengan Burung Kuntul
  6. Kujang Bangkong. Bentuknya mirip dengan hewan katak
  7. Kujang Kudi. Senjata kujang yang bentuknya tipis.
  8. Tipologi bilah kujang. Berbentuk seperti wayang kulit dengan tokoh wanita sebagai simbol kesuburan.

Bagian dan Fungsi Senjata Kujang

senjata tradisional jawa barat kujang

slideshare.net

Dari gambar diatas dapat kita simpulkan beberapa bagian dan fungsi senjata kujang diantaranya adalah:

  1. Papatuk atau Congo. Kita lihat bagian ini ada di ujung kujang dan bentuknya menyerupai panah. Berfungsi sebagai Pencongkel atau untuk mencongkel
  2. Eluk atau Silih. Bagian ini terdapat pada bagian punggung yang berguna untuk mencabik tubuhnya musuh
  3. Tadah. Kita lihat ada lengkungan yang menonjol di bagian perut dan di depannya runcing. Berfungsi untuk menusuk tubuh lawan
  4. Mata, Kita lihat di pagian punggungnya terdapat lubang-lubang kecil yang jumlahnya berkisar 5 – 9. Jika tidak ada lubang atau matanya maka disebut sebagai kujang buta
  5. Tonggong. Merupakan bagian tajam di punggung kujang
  6. Tadah. Merupakan lengkungan kecil yang ada di bawah perut kujang
  7. Paksi. Cincin atau ring di bagian belakang yang bentuknya lancip
  8. Selut. Merupakan ring yang terdapat pada pegangan kujang atau ujung gagang
  9. Combong merupakan lubang yang ada di gagang kujang
  10. Ganja atau landaian merupakan sudut runcing dan arahnya ke ujung kujang
  11. Kowak. Merupakan sarung senjata kujang yang bahannya berasal dari kayu samida dan memiliki aroma yang khas. Kesannya seperti ada daya mistis.
  12. Pamor. Bentuknya seperti baris-baris sulangkar atau bintik/bintik yang tergambar di kujang. Pamor berfungsi untuk nilai artistik dan sebagai tempat menyimpan racun

2. Senjata Tradisional Jawa Barat (Bedog atau Golok)

senjata tradisional jawa barat bedog

golokjampang.blogspot.com

Bedog atau Golog merupakan senjata khas dari Jawa Barat. Kita lihat bentuknya besar menyerupai pisau besar makanya disebut golok. Di Tiap daerah Jawa Barat mungkin kebutuhan dan kegunaan golok atau bedok tersebut berbeda makanya kita akan menjumpai bentuknya yang beragam dan bervariasi di tiap daerahnya.

tetapi meskipun beragam variasinya dapat kita lihat pada ciri-ciri umumnya, diantaranya adalah Panjangnya sekitar 30 cm-40cm. Ada juga yang berukuran lebih dari 40cm disebut kolewang atau biasa dipanggil gobang.

Jenis dan Fungsi Golok Atau Bedog

jenis jenis golok atau bedog

photobucket.com

Berikut beberapa jenis bentuk golok beserta fungsinya, diantaranya

  1. Bedog Gagaplok. Biasa digunakan untuk memotong dan menyabit rumput atau tanaman lain di kebun
  2. Bedok / golok Pameuncitan. Memiliki ukuran panjang berkisar 25 sampai 27 cm dan lebarnya berkisar 3 cm. Berasal dari kata peuncit yang dalam bahasa sunda berarti sembelih berarti Bedok ini digunakan untuk menyembelih hewan.
  3. Bedok / golok Pamoroan atau internasional survival golok . Memiliki ukuran berkisar 40-50 cm dan lebarnya adalah 3,5 cm. Masyarakat sunda biasanya menggunakannya untuk berburu.
  4. Bedok / golok tani. Panjangnya berkisar 25-30cm dan memiliki lebar sekitar 4 cm. Dilhat dari namanya berarti masyarakat sunda memakainya untuk segala hal kegiatan bertani dan berkebun.
  5. Bedok / golok Pamugeulan. Panjangnya berkisar antara 23-24,5 cm dan memiliki lebar sekitar 6 cm. Karena bentuknya yang lumayan besar masyarakat sunda menggunakannya untuk kegiatan-kegiatan barat seperti menebang pohon. Pada zaman sekarang orang-orang pada menyebutnya golok kelapa.
  6. Bedok / golok Sotogayot. Memiliki panjang 25-27 cm dan lebar 6cm. Masyarakat sunda menggunakannya untuk memotong bambu atau pengerjaan material bambu.
  7. Bedok / golok dapur. Golok ini memiliki ukuran 20 sampai 23 cm dan lebarnya sekitar 4 cm. Dilihat dari namanya saja dapur, berarti masyarakat sunda menggunakannya untuk kegiatan dapur seperti masak-memasak dan memotong bahan bakar. Akan tetapi golok ini berbeda dengan golok daging atau pameuncitan.
  8. Golok panguseupan. memiliki panjang kira-kira 17-20cm dan lebarnya 3 cm. Nguseup yang merupakan bahasa sunda apabila diterjemahkan berarti Mancing, berarti golok ini dipakai untuk memancing di sungai atau di laut
  9. Golok / bedog cepot. Ukurannya berkisar antara 15-17 cm dan lebarnya diatas 9 cm. Meskipun bentuknya yang indah, golok ini sama halnya dengan kapak, digunakan untuk membelah.

Bagian Bentuk Golok atau Bedog

senjata tradisional jawa barat bedog

kaskus.com

  1. Untuk gagangnya dinamakan parah
  2. Bagian paling utama pada golok yaitu wilah yang mana terbuat dari baja atau besi
  3. Di parah atau gagang terdapat bagian yang ditancapkan. Itu dinamakan pangkal
  4. Bagian yang tajam disebut beuteng Sedangkan bagian yang tumpul disebut tonggong
  5. Di wilah terdapat ujung. Nah ujungnya tersebut dinamakan Congo
  6. Untuk sarung bedog atau golok dinamakan serangka

3, Senjata Tradisional Jawa Barat (Baliung atau Patik)

senjata tradisional jawa barat bedog

anakmudajagokarya.blogspot.com

Masyarakat sunda butuh alat untuk menebang pohon besar dan membelah kayunya,makanya dibuatlah Beliung atau biasa kita sebut sebagai kapak.

Untuk gagangnya saja panjangnya 30-35cm dab terbuat dari kayu. Kelebihannya dibandingkan dengan senjata lain khususnya bedog adalah bahwasanya baliung ini terbuat dari besi baja yang besar dan dan tebal pada bagian pangkalnya.

Pada zaman dahulu nenek moyang sunda menggunakan patik ini untuk kegiatan berat seperti menebang poh0n untuk membuka hutan dan untuk kayu bakar. Hebatnya sampai sekarang masyarakat sunda khususnya yang di pedalaman masih memakainya.

4. Senjata Tradisional Jawa Barat (Congkrang)

Senjata Tradisional Jawa Barat - Congkrang

adat-tradisional.blogspot.com

Kayaknya senjata tradisional dari Jawa Barat ini mulai kelihatan langka dan jarang kita jumpai. Berbentuk seperti cangkul tetapi lebih kecil dan digunakan oleh ibu-ibu untuk menyiangi rumput di halaman rumahnya.

5, Senjata Tradisional Jawa Barat (Arit)

Senjata Tradisional Jawa Barat - Arit

adat-tradisional.blogspot.com

Senjata tradisional yang berbentuk seperti bulan sabit ini adalah senjata tradisional Jawa Barat yang sampai saat ini masih eksis. Para peternak biasanya menggunakannya untuk memotong rumput yang mana di kasih untuk hewan ternak mereka.

Sebenarnya senjata tradisional ini tidak hanya ada di Indonesia tetapi juga ada di Madura biasa disebut celurit, sabit khas betawi dll.

6. Senjata Tradisonal Jawa Barat (Sulimat)

senjata tradisional jawa barat sulimat

jalanpanjang.blogspot.com

Masyarakat sunda di sana juga pekerjaannya menyobek kulit kelapa. Untuk membantu mengelupasnya di sunda terdapat senjata tradisional bernama Sulimat.

Sulimat ini bentuknya adalah sebilah pisau yang ujungnya runcing dan ujung yang berlawanan yaitu ujung gagangnya di tancapkan ke tanah. Untuk menggunakannya, sebuah kelapa ditancapkan ke pisau yang runcing tersebut kemudian ketika sudah masuk di dorong ke arah lainnya supaya kulit kelapa sobek.

7.  Senjata Tradisional Jawa Balincong

senjata tradisional jawa barat balincong

indotrading.com

Senjata tradisional ini hampir mirip dengan pajul namun yang lebih membedakannya adalah balincong ini bentuknya runcing dan tidak lebar. Biasanya digunakan untuk penggalian tanah atau juga untuk memecah batu.

Balincong ini memiliki 2 sisi mata yang yang tajam yang mana arahnya saling berlawanan. Salah satu sisinya searah dengan gagang dan yang lainny tegak lurus dengan gagang.

Demikianlah 7 senjata tradisional Jawa Barat, semoga kita lebih

Leave a Reply