Unik! Begini Adat Pernikahan Khas Palembang [+Baju Adat Palembang]

ADAT PERNIKAHAN KHAS PALEMBANG – Adat pernikahan merupakan suatu prosesi yang dilewati banyak pasangan pengantin. Entah mereka tinggal di barat, timur, ataupun di negara yang dibilang cukup modern. Apalagi di negara seperti Indonesia yang memiliki budaya yang kental dan agama yang menjadikan adat pernikahan sebagai patokan utama dalam melaksanakan pernikahan.

Adat pernikahan Palembang merupakan suatu adat yang dilaksanakan berdasarkan budaya serta aturan daerah Palembang. Jika diperjelas, banyak orang yang merasa bahwa pernikahan menggunakan adat terkesan rumit dan juga memakan banyak dana serta waktu. Sedangkan sebagian lagi merasa bahwa pernikahan adat justru menambah kesakralan dari sebuah pernikahan dan menyajikan dengan cara berbeda.

Sejarah Pernikahan Adat Palembang

gambar pernikahan khas palembang
via wordpress.com

Palembang menggunakan adat yang sudah dilakukan sejak dulu oleh raja-raja dinasti Sriwijaya. Dimana adat mungkin sedikit bergeser ke era yang modern, namun adat utama yang dilakukan tetaplah sama dengan makna yang sama juga. Pasca Kesultanan banyak yang menentukan pasangan hidup dengan mempertimbangkan bobot, bibit dan bebetnya. Hal ini menunjukan agar pasangan yang dipilih sesuai latar belakang, asal keluarga serta sikap dan perilakunya dengan yang diharapkan.

Masa sekarang ini cukup banyak perkawinan yang dilakukan secara modern, jika dulu banyak pasangan dipilih dan harus berasal dari daerah yang sama seperti sama-sama masyarakat Palembang. Namun sekarang ini, banyak yang melakukan pernikahan berbeda daerah dan suku.

Tahapan Tradisi Pernikahan Palembang

Adat Pernikahan Khas Palembang
kumpulanmisteri.com
  • Milih Calon

Memilih calon merupakan tahap pertama yang bisa dilakukan oleh pihak keluarga. Calon dapat diajukan oleh anak yang melakukan pernikahan ataupun diajukan oleh keluarga. Mereka akan melihat dulu siapa pasangan dan keluarga dari pasangan tersebut.

  •  Madik

Tahap awal yang sering dilakukan yakni memulai rangkaian prosesi pernikahan Palembang yaitu Madik. Dimana proses ini biasa dikenal sebagai pendekatan. Pihak keluarga pria umumnya datang ke keluarga wanita dan mengenal wanita lebih jauh.

  •  Tunangan

Tunangan merupakan prosesi yang dilakukan untuk menyematkan cincin di calon mempelai wanita, tunangan juga dilakukan di prosesi pernikahan modern. Gunanya agar ada tanda pengikat yang dimiliki wanita tersebut bahwa ia bukan lagi gadis bebas. Selanjutnya keluarga akan membawa hantaran aneka ragam benda dan juga barang.

  • Berasan

Berasan merupakan musyarawah yang dilakukan kedua belah pihak keluarga besar baik calon pria maupun wanita. Pada pertemuan ini akan diputuskan persyaratan pernikahan serta bagaimana adat dan agama yang akan dilakukan. Penentuan mahar dan mas kawin juga dibicarakan dalam acara berasan ini.

  •   Mutuske Kato

Mutuske Kato merupakan acara dimana dua keluarga memutuskan mengenai hari pernikahan, hari munggah, belanja untuk keperluan pernikahan. Selain itu pada acara ini pria membawa tujuh tenong berisi sembako dan perlengkapan lain yang harus dibawa untuk dipenuhi secara adat.

  •   Belanja dan Persiapan

Belanja dan persiapan akad nikah merupakan hal yang dilakukan pengantin dan juga belanja yang dilakukan oleh keluarga dan kerabat yang membantu mengadakan acara pernikahan. Baik itu belanja perlengkapan, maupun pakaian seperti batik dan songket palembang. Dimana dalam persiapan ini juga ada prosesi Siraman selayaknya orang Jawa melakukan pernikahan.

  • Pernikahan

Terakhir yakni prosesi akad nikah dan juga acara resepsi pernikahan. Untuk akad nikah maka dilakukan di rumah sang pria jika ia muslim. Berbeda dengan di Jawa karena akad nikah dilakukan di rumah sang mempelai wanita. Selain itu, jika akad dilakukan di rumah wanita maka disebut kawin numpang.

Baca Juga  Manfaat Buah Seri untuk kesehatan tubuh, kulit dan rambut

Untuk munggah merupakan acara yang digunakan oleh masyarakat Palembang, yang berisikan prosesi pernikahan adat Palembang layaknya tari-tarian, nasihat orang tua, dan sejenisnya. Hal yang unik dari pernikahan Palembang adalah sebelum acara munggah, sang mempelai pria akan melakukan akad sendiri bersama penghulu dan juga khotib kampung. Tentunya dengan ayah dari mempelai pria tanpa ditemani oleh mempelai wanita.

Hal ini dilakukan mengingat di Palembang memang mayoritas menikah dengan adat Palembang dan agama Islam. Jika non muslim biasanya hanya menggunakan acara garis besarnya saja dengan janji pernikahan diucapkan di gereja, ataupun di Vihara.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.