A.Y.A.T

Seringkali kita mengurangi atau mereduksi kedalaman makna akan sesuatu yang sudah lazim dikenal dan sudah menjadi biasa.

Salah satu contohnya adalah kata “ayat”. Kalau kita ditanya apa sih arti ‘ayat’? umumnya fikiran kita akan merujuk pada nomor atau angka penomoran firman Allah dalam Al Quran.

Padahal makna ayat adalah “tanda”.Ia bukan tanda biasa tetapi tanda yang menakjubkan. Semakin subjek ditandai itu istimewa maka tanda yang disematkannya pun menjadi istimewa.

Misalnya, mobil Ferari adalah mobil yang mewah dan berkelas. Maka setiap kita melihat tanda ada mobil Ferari maka saat melihatnya tentu kita tidak akan melihat cuma sekilas. Kita akan takjub dan menelisik detil bagaimana mengagumkannya mobil Ferari.

Ayat Al Qur’an sebagaimana dipaparkan dalam i’jazul Qur’an, Abu Bakr AlBaqillani adalah sebuah mu’jizat,sesuatu yang mengagumkan, dan begitu indah jauuuuhhh dari semua ada dalam kehidupan ini termasuk jika dibandingkan dengan mobil Ferari, Lamborghini, atau apapun.

Maka terhadap ayat Allah, tanda kebesaran dan menakjubkan dari Allah berupa firman-NYA ini mestinya kita tidak menganggap remeh seperti sebuah bacaan komik layaknya. Mesti ada sesaat jeda untuk mendalami isi kandungannya.

Al Baqillani menuliskan paling tidak 3 dimensi yang menakjubkan dari tanda tanda Mujizat Al Quran. Yaitu;
Al Qur’an mengungkapkan hal ghaib dalam 4 kategori;
Sesuatu yang akan terjadi dalam kurun tertentu.. Seperti Qur’an berbicara bahwa Konstalasi politik imperium Romawi dan Parsi. Apa yang disebutkan dalam Surat Ar Rum, benar terjadi.
Lalu Qur’an menjelaskan detil hal yang akan terjadi pada masa datang dalam konteks akhirat. seperti qiyamat, kebangkitan dll. Padahal tidak ada teknologi sampai hari ini yang mampu membuka tabir itu semua bahkan masih jauh dari kemampuan nalar mengejarnya.

Baca Juga  Bahkan Masjidil Haram pun Ada Saat Sepinya. 

Lalu Al Qur’an juga mampu menjelaskan hal hal di luar alam dunia. seperti al-Qur’an berbicara tentang alam jin, malaikat yang jelas belum bisa didetaksi oleh alat canggih soal keberadaanya.

Lalu Al Quran mampu menjelaskan halhal ghaib dalam arti yg belum terjangkau atau tereksplore oleh manusia, dimana al_qur’an berbicara tentang jagat raya (out space) dan segala isinya, spt QS. Asy-syura: 29 dan An-Nahl:49.

Banyak pula apa yang disampaikan oleh Al Quran soal fase proses penciptaan manusia, kehidupan binatang, fenomena di laut dan daratan yang kemudian Allah Azzawajalla memberikan manusia mampu menemukan kebenarannya secara ilmiah.

Padahal…, sekali lagi padahal, Rasulullah S.A.W adalah sosok yang tidak pandai membaca. Tidak ada asupan dari pengaruh bacaan apapun. Sekalipun dapat membaca tentu apa yang bisa didapatkan saat ini mengingat kondisi ilmu pengetahuan masih sangat tradisional pada masanya.

Lalu terhadap itu semua, hal hal yang luar biasa dan menakjubkan..tidakkah kita terpana? terpaku? terpukau? Tidakkah nalar kita sampai pada pertanyaan pertanyaan yang menggelitik bagaimana kata demi kata dibangun sedemikian sistematisnya? bagaimana pemilahan satu kata yang saling terkait sedemikian kuat hubungannya? Bagaimana rima dan hubungan awal ayat firman-NYA dengan akhir ayat firman-NYA , lalu surat dengan surat sedemikian sistematis seperti susunan kristal yang padat dan mampat, tanpa lubang cela atau kekurangan.

Maka, tidakkah kita bergetar saat Allah pemilik semesta ini memerintahkan kita untuk serius menerima dan mengamalkannya?
خُذُوا مَا آتَيْنَاكُم بِقُوَّةٍ؟؟
Ambil dengan serius firman Allah ini dan jangan diambil secara ringan.
Tidakkah kita tercukupkan kebahagiaan ini saat Pemilik kehidupan meyakinkan agar kita hendaknya berbahagia dan yakin bahwa Al Quran ini lebih baik dari pada harta dunia yang dicari dan dikumpulkan oleh manusia sedunia.

Baca Juga  Uncertainty

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

Tidakkah?
atau hanya kebodohan dan kedegilan saja yang membuat kita malas memahami ini semua.

#tepianlautmerah

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.