Apa misi pertama yang berhasil dilakukan iblis pada manusia?

Mengajak pada kesyirikan?

Bukan!!

Iblis berhasil mendowgrade Adam dan Hawa dari negeri penuh nikmat di jannahNYA ke negeri penuh lelah dan derita di duniaNYA dengan cara menjadikan keduanya terbuka auratnya,  dalam Al Araf ayat 27 dikatakan

يَنزعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا

Ia (iblis) menanggalkan dari keduanya (Adam dan Hawa) pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya.

Bahwa Ayahanda Adam dan Ibunda Hawa sebelumnya dimuliakan Allah Azzawajalla dengan diberikan pakaian yang menutupi auratnya. Iblis tidak membujuknya untuk berbuat syirik tapi dibuatnya keduanya menjadi terbuka auratnya dengan memberikan waswas, menabur hoax bahwa pohon itu dilarang didekati karena supaya Adam tidak bisa menemukan keabadian atau diangkat derajatnya menjadi Malaikat. Bahasa nownya, jangan percaya syariat islam.. Gak endah!

Hoax membuat waswas!

Bahkan iblis memperkuat hoaxnya dengan bersumpah. Dalam bahasa now, hoax yang diberi embel embel agar diterima logika.

Aurat kita, lekuk tubuh kita, adalah fundamental yang pertama kali harus dan harus dijaga serta dirawat. Inilah kemuliaan yang paling top priority!

Bukankah Allah yang Maha menutupi aib hamba hambaNYA? Diberikannya kita pakaian, ditutupinya kita dari kekurangan, diberikannya kita aturan mana yang harus ditutup dan mana yang boleh diperlihatkan pada lingkungan terbatas.

Jika diamati dan direnungi, dari jaman Adam dan Hawa hingga hari ini,

Projek iblis dan syeithan itu :

Tidak jauh dari melorotkan celana ke bawah, naikin baju ke atas. Alias projek membuat manusia untuk berbugil ria dengan membuka seluruh aibnya. Semua dan semua kemaksiatan, ketidaksenonohan selalu dekat dengan aurat yang terbuka.

Maka demi Tuhan Pemilik Ka’bah!

Jika ada yang mengajak anak perempuan dan istri anda untuk Membuka dan mengumbar aurat maka … Ia adalah bagian dari projek iblis.

Baca Juga  Dibawah Tiang Al Haram

Semoga Allah Azzawajalla menolong kita agar senantiasa istiqamah dan selamat dari tipu dayanya. Cukuplah, Ayahanda dan ibunda yang mengalami pahitnya ketika dihinakan dengan terbukanya aurat mereka berdua.

 

Wallahu a’lam

 

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.