Pengertian Inflasi Beserta Teori, Biaya dan Dampaknya

Pengertian inflasi – Halo, selamat datang jumpa lagi bersama hidup simpel, kali ini kita akan membahas tentang pengertian inflasi. Mungkin beberapa diantara kita sudah mengetahui pengertian inflasi sendiri namun susah dalam menjelaskan secara kata-kata. Inflasi ini tidak hanya menyerang negara berkembang tetapi juga negara maju.

Tim kami di sini tidak hanya menjelaskan tentang pengertian inflasi saja, tetapi juga menjelaskan tentang teori, jenis , dan biaya. Untuk dampak inflasi bisa diklik link tersebut karena saya sudah menjelaskan panjang lebar.

Berikut materi tentang pengertian inflasi.

Pengertian inflasi

pengertian inflasi
financialeducation.greycaps.com

Yang dimaksud pengertian inflasi adalah proses kenaikan harga-harga secara terus menerus, sedangkan kebalikan dari inflasi adalah deflasi.

Deflasi sendiri adalah penurunan harga secara terus menerus, akibatnya daya beli masyarakat bertambah besar, sehingga pada tahap awal barang-barang menjadi langka, akan tetapi pada tahap berikutnya jumlah barang akan semakin banyak karena semakin berkurangnya daya beli masyarakat.

Daya beli masyarakat dan tingkat pendapatannya akan menurun dikarenakan inflasi secara terus-menerus.

Misalkan besarnya inflasi pada tahun yang bersangkutan naik sebesar 5%, sementara pendapatan tetap, maka itu berarti secara riel pendapatan mengalami penurunan sebesar 5% yang akibatnya secara relatif akan menurunkan daya beli sebesar 5% juga.

Teori Inflasi

teori inflasi
kiplinger.com

Dalam pemaparannya ada 3 teori tentang inflasi yang terkenal yaitu teori kuantitas, teori Keynes dan teori strukturalis, berikut beberapa rangkuman dari ketiga teori tersebut.

1. Teori Kuantitas: Teori yang berdasarkan jumlah uang yang beredar di masyarakat

2. Teori Keynes: Teori yang menyatakan bahwasanya inflasi terjadi karena masyarakat ingin hidup diluar batas kemampuan ekonominya

3. Teori Strukturalis: Teori yang menjelaskan bahwasanya inflasi ada hubungannya dengan struktur ekonomi suatu negara.

Saya akan menjelaskan lebih dalam tentang teori, tetapi menyusul ūüėÄ .

Baca Juga  Cara Belajar Bermain Gitar Untuk Pemula

Jenis Inflasi

jenis inflasi
thenewdaily.com.au

Inflasi bisa dibedakan dengan mempertimbangkannya beberapa hal diantaranya menurut sifat, berdasarkan sebabnya dan berdasarkan asalnya. Berikut saya terangkan ketiga jenis inflasi tersebut.

Jenis Inflasi Berdasakan Sifatnya

jenis inflasi berdasarkan sifatnya
alt-m.org

Jenis inflasi berdasarkan sifatnya dibagi menjadi 3 kategori utama yaitu:

  1. Inflasi merayap/rendah (Creeping inflation) yaitu inflasi yang besarnya kurang dari 10% pertahun
  2. Inflasi menengah (galloping inflation) yaitu inflasi yang besarnya antara 10-30% pertahun. Inflasi ini bisa dilihat dengan naiknya keseluruhan harga secara cepat dan lumayan besar. Angka inflasi pada kondisi ini biasanya disebut inflasi 2 digit, misalnya 15%, 20%, 30% dan sebagainya
  3. Inflasi berat (High Inflation) yaitu inflasi yang besarnya antara 30-100% pertahun. Dalam kondisi ini harga-harga secara umum naik dan bahkan menurut istilah ibu-ibu rumah tangga harga berubah.
  4. Inflasi sangat tinggi (Hyper Inflation) yaitu inflasi yang ditandai oleh naiknya harga secara drastis hingga mencapai 4 digit (di atas 100%). Pada kondisi ini masyarakat tidak ingin lagi menyimpan uang, karena nilainya merosot sangat tajam, sehingga lebih baik ditukarkan dengan barang.

Jenis Inflasi Berdasarkan Sebabnya

jenis inflasi berdasarkan sebabnya
youtube.com

Jenis inflasi berdasarkan sebabnya ada 2 yaitu:

  1. Demand Pull Inflation, inflasi ini timbul karena adanya permintaan keseluruhan yang tinggi disatu pihak di pihak lain kondisi produksi telah mencapai kesempatan kerja penuh, akibatnya adalah sesuai dengan hukum permintaan. Bila permintaan banyak sementara penawaran tetap maka harga akan naik, dan bila hal ini berlangsung secara terus menerus akan mengakibatkan inflasi yang berkepanjangan.
  2. Cost Push Inflation. Inflasi ini disebabkan turunnya produksi karena naiknya biaya produksi (naiknya biaya produksi dapat terjadi karena tidak efisiensinya perusahaan, nilai kurs mata uang negara yang bersangkutan jatuh/menurun, kenaikan harga bahan baku industri, adanya tuntunan kenaikan upah dari serikat buruh yang kuat dan sebagainya). Akibat naiknya biaya produksi maka dua hal yang bisa dilakukan oleh produsen yaitu: pertama, langsung menaikkan harga produksi maka 2 hal yang bisa dilakukan oleh produsen yaitu: pertama, langsung menaikan harga produknya dengan jumlah penawaran yang sama, atau harga produknya naik (karena tarik menarik permintaan dan penawaran) karena penurunan jumlah produksi.
Baca Juga  Aksara Jawa Lengkap dan Pasangan, Contoh, Cara Menulis, Latihan

Jenis Inflasi Berdasarkan Asalnya

jenis inflasi berdasarkan asalnya
nytimes.com

Berdasarkan asalnya inflasi dibagi menjadi 2 yaitu:

1. Inflasi yang berasal dari dalam negeri (Domestic inflation) yang timbul karena terjadinya defisit dalam pembiayaan dan belanja negara yang terlihat pada anggaran belanja negara. Untuk mengatasinya biasanya pemerintah mencetak uang baru. harga-harga naik juga disebabkan juga karena musim paceklik atau gagal panen, bencana alam yang berkepanjangan dll.

2. Inflasi yang berasal dari luar negeri. Karena negara-negara yang menjadi mitra dagang dengan suatu mengalami inflasi yang tinggi, dapatlah diketahui bahwa harga-harga barang dan juga ongkos produksi relatif mahal. Makanya tidak salah apabila produk impor apabila dijual dalam negeri maka harganya bertambah mahal

Biaya Inflasi

biaya inflasi
financialmentor.com

Inflasi dalam perekonomian disatu sisi selalu saja menjadi momok yang relatif menakutkan, karena bukan saja ia melemahkan daya beli akan tetapi dapat melumpuhkan kemampuan produksi yang mengarah pada krisis produksi dan komsumsi.

Akan tetapi, disisi lain ketiadaan inflasi menandakan tidak adanya pergerakan positif dalam perekonomian karena relatif harga-harga tidak berubah dan ini jelas akan melemahkan sektor industri (seandainya pada semua negara yang terlibat dalam perdagangan internasional relatif tidak mengalami inflasi maka tentu saja ini adalah hal yang sangat didambakan).

Inflasi moderat atau inflasi yang dibutuhkan merupakan inflasi yang sesuai dengan kemampuan ekonomi negara. Sebagai contoh, bila perekonomian sesuai dengan persamaan pertukaran Fisher, MV = PQ, maka bila M dan V meningkat, sehingga untuk mengimbanginya dinaikkan harga dan jumlah produksi(PQ).

Jadi bila MV = 100 dan P=2, Q=50, misalkan MV dinaikkan menjadi 150, maka bila Q hanya bisa dinaikkan menjadi 70 mau tidak mau harga (P) harus dinaikkan menjadi = 2.143. Berdasarkan index harga inflasi dinaikkan sebesar {(2.143/2)*100-100)*100%=7%.

Inflasi sebesar 7% inilah  yang dimaksudkan sebagai inflasi yang moderat (inflasi yang diharapkan). Sebaliknya inflasi yang tidak diharapkan adalah jika tingkat inflasi lebh besar atau lebih kecil dari 7%.

Baca Juga  Pengertian Otonomi Daerah Menurut Para Ahli

Masing masing inflasi moderat dan tidak moderat tetap membuat biaya implisit. Adapun biaya tersebut adalah:

Biaya inflasi yang diharapkan muncul karena:

  1. Shoe Leather Cost (biaya kulit sepatu) sederhananya adalah apabila terjadi inflasi moderat maka relatif penetapan suku bunga bank menjadi lebih besar dari tingkat inflasi (dalam hal ini di atas 7% p.a) menyebabkan masyarakat sering bolak-balik menarik uangnya di bank atau ATM. Biaya yang muncul mungkin adalah biaya transpor biaya, layanan ATM dan biaya terduga lainnya.
  2. Menu Cost (biaya menu) yaitu biaya yang keluar karena perusahaan harus mencetak dan mengedarkan katalog baru seiring merubah harga.
  3. Complaint and Opportunity Loss Cost (biaya komplain dan hilangnya kesempatan). Bila perusahaan dengan sengaja tidak mau menggantikan katalog baru maka perusahaan akan mengalami kerugian karena harga akan naik sementara perusahaan menjual dengan harga lama. Bila tidak disengaja maka perusahaan akan mendapatkan komplain dari pelangggan karena harga tidak sesuai dengan katalog (khusus untuk negara yang konsumerismenya relatif sangat baik)
  4. Biaya perubahan peraturan perundang-undangan pajak. Dengan diketahuinya tingkat inflasi maka otoritas pajak akan merubah tarif dari sistem pungutan, dan ini tentu saja harus merubah peraturan dan undang-undangnya terlebih dahulu.
  5. Biaya ketidaknyamanan hidup. Sehubungan dengan poin a-d maka akan menyebabkan perencanaan keuangan dan laba tidak menjadi menentu. Perencanaan keuangan akan mengalami revisi apabila inflasi naik dan turun. Dengan demikian hal tersebut perlu mendapat perhatian yang serius dari masyarakat dalam memperhatikan kondisi perekonomian negaranya.

Jangan lupa untuk membaca sejarah mata uang indonesia karena disana dijelaskan tentang fakta pengguntingan uang rupiah di masa Soekarno dan inflasi yang hebat di era pemerintahan Soekarno.

Demikianlah materi tentang pengertian inflasi, semoga  bermanfaat. Terima kasih

   Pengertian Inflasi Adalah

Leave a Comment