Peperangan di Bulan Puasa, Dari yang Tangan di Perban Sampai Kecebur Sungai

Sekolah dasar adalah masa-masa yang sangat menyenangkan bagi kami. Bagiku tak ada yang lebih serunya setelahnya. Entah bagaimana semuanya cepat berlalu tapi masih teringat untuk diceritakan 5 atau 10 tahun yang akan datang.

Sebagian dari mereka sudah ada yang menikah dan sebagiannya lagi sudah kerja buruh. Aku bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk belajar.

Baiklah mari kita bernostalgia terlebih dahulu dengan mengenang cerita yang berkesan selama bulan ramadhan ketika SD.

Kenapa bulan ramadhan?

Karena bulan inilah banyak keseruan yang terjadi. Kami bisa bergadang tiap malam untuk nantinya membangunkan orang sahur.

cekidot 123.

Perang Meriam Bambu Selama Ramadhan

bp.blogspot.com

Ada tradisi unik selama puasa di desaku. Anak-anak pada berlomba untuk mencari bambu yang mantap untuk dijadikan mercon bumbung. Jadi selama bulan mulia itu suara bom akan terdengar dimana-mana. Bagi yang kena penyakit jantungan harap bersabar ya.

Cukup sediakan Karbit, minyak tanah atau bensin dan bambu yang besar dan kuat, sudah siap untuk beraksi. Pastikan tempatnya jauhlah dari keramaian, kalau nggak ya diomelin masa rame-rame.

Pernah seketika kami menyalakan merconnya di belakang rumah, eh gak tahunya ada kakek-kakek lempar kami dengan sandal. Sekali bunyi lagi nih, copot tuh giginya kakek.

Di desa kami kira-kira ada 30 anak yang hobi mercon bumbung sedangkan di desa sebelah hanya 15 anak. Seandainya nih dua desa bentrok adu suara pasti desaku yang menang. Hanya saja kami ingin  mereka yang memulai duluan.

Benar saja apa yang terjadi, moncong meriam desa sebelah di arahkan ke arah desa kami. Kami pun tidak terima, kami yang berkelompok sendiri akhirnya harus bersatu. Anggota kelompokku cuma 5 orang, akhirnya kutemui kelompok lain satu-persatu.

Ngumpulin kelompok tersebut untuk jadi satu lumayan lama karena tempat satu sama lain jauh jaraknya. Kadang-kadang kami mendapat petunjuk dari sumber suara mercon mereka.

Baiklah kita sudah berkumpul sekitar 27 orang, yang 3 dari 30 ingin bunyikan di tempatnya sendiri. Tidak apa-apa jumlah kami masih lebih banyak dari mereka. Ada sekitar 27 meriam yang siap dibunyikan. Merconnya Wawan lebih besar dari kami semua.

Menyalakan mercon juga ada seninya, kami atur posisi bagaimana suaranya bisa lebih menggelegar. Selama kami sibuk atur posisi ,desa sebelah masih tetap membunyikan merconnya. “Lihat saja nanti pembalasan kami ya!” dalam hatiku bergumam ( kayak di sinetron gitu)

Baca Juga  9 Resep Sehat dan Kuat Fisik untuk meraih Kesuksesan

Strategi sudah diatur. Jadi posisi di depan 15 meriam, di belakangnya ada 10 dan yang terakhir 3 meriam yang lebih besar.

kangtain.blogspot.co.id

Oke, perang dimulai! kami tunggu suara meriam desa sebelah berbunyi lagi. Ketika meriam desa sebelah sudah berbunyi langsung saja kami balas dengan strategi kami.

barisan meriam terdepan kami nyalakan, suaranya cukup menjangkau desa sebelah. dilanjutkan barisan tengah dan terakhir barisan belakang. Puas rasanya karena suara meriam desa sebelah tidak ada apa-apanya dengan meriam milik kami.

timur.ilearning.me

Celaka!? Hendri salah cara dalam menyalakan merconnya. Tangannya langsung berdarah, akhirnya kami hentikan perang antar desa ini.

Kami ramai-ramai bawa dia pulang ke rumah. Sesampainya di rumah kami melihat drama antara ibu dan sang anak ( bikin terharu ). Scene tersebut kami lewatkan sampai tangannya hendri sudah diperban.

pesan kami: hati-hati kalau main mercon bumbung.

Aksi Malam Selepas Tarawih

twitter.com

Ini hal yang paling berkesan bagi aku sampai saat ini, namun sayang sekarang ini sudah tidak ada kegiatan seperti itu. Baiklah kita tidak usah menyayangkan hal tersebut karena memang zaman sudah berubah.

Aku teringat saat diawal puasa, bagaimana aku sholat tarawih pertama kalinya di sebuah mushola. Awalnya aku adalah anak polos, selalu terdiam dan selalu sholat di sebelah bapakku. Lama-lama aku berubah semenjak berteman dengan anak kampung.

Menggangu orang sholat adalah dosa yang pertama kali aku lakukan di bulan tersebut. Aku teringat ketika ada orang habis selesai sujud dikasih sapu diantara belakang pahanya (ya gak bisa duduk). Pernah juga kami mlorotin sarungnya teman, eh ternyata dia cuma pakai celana dalam, bikin ngakak saja.

Habis tarawih biasanya kami nongkrong di warung pinggir jalan. Ketika ada cewek yang habis sholat tarawih atau selesai baca al qur’an langsung kami godain, “Cewek, godain kita dong” kalimat yang biasa terlontar dari teman-teman.

Persiapan Alat Ronda Tetek

dadanmahmud.blogspot.co.id/

Kami tidak mau melewati ramadhan begitu saja. Banyak keseruan di dalamnya daripada bulan-bulan lainnya. Kami langsung siapkan alat-alat untuk ronda tetek. Kami hanya 5 orang, masing-masing memiliki bakat tersendiri. Ada yang jago ngedrum, pukul kentongan, sampai layaknya dirigen yang mengiringi musik.

Cerita menariknya di saat kami membutuhkan bass untuk musik ronda tetek kami, kami berkeliling keseluruh rumah untuk menanyakan apakah ada galon yang tak terpakai, Dari rumah yang menolak dengan kasar sampai rumah yang tidak menjawab, kami alami semuanya.

Baca Juga  OS Android Terbaru Google Bocor, Beginilah Tampilan Google Fuchsia
kidnesia.com

Ternyata sekitar jarak setengah kilometer terdapat kumpulan pohon karet. Disana banyak pohon karet yang ditanam oleh pemerintah dan diambil sari dari batang pohon yang dikelupaskan. Katanya banyak disana tong karet yang belum terisi, akhirnya kami pun berencana untuk mencuri salah satunya yang kosong.

Kami sudah sangat bertekad, meskipun jaraknya lumayan lama tidak menyurutkan langkah kami untuk sampai kesana. Apalagi sangat menyenangkan jalan-jalan di malam hari.

Bermodalkan sarung, korek dan senter kami berangkat kesana. Di sepanjang perjalanan kami mengobrol dan bernyanyi, terkadang juga usil dengan yang lainnya.

Salah satu perut dari kami berbunyi, inilah pertanda lapar. Mau beli makan gak ada warung yang buka, mau balik pulangjuga nanggung karena sudah sampai setengah perjalanan. Bayu muncul idenya, dia berencana untuk mencuri ketela di salah satu kebun di pinggir jalan.

Akhirnya kami pun mengikuti dia. Dengan mengendap-endap kami cabut 2 pohon ketela yang yang paling tinggi, siapa tahu isinya besar. Sudah tercabut kami bawa ke tempat yang aman.

Korek sudah tersedia, kami kumpulkan kayu kering yang tersedia di pinggir jalan. Nikmat betul malam itu, kami buat api unggun kecil-kecilan ditambah makan ketela yang di bakar.

Kami lanjutkan lagi perjalanan. Tak berlangsung lama kami sudah berada di area yang jauh dari rumah penduduk. Banyak pohon di sebelah kanan dan kiri, suasananya sangat sepi sekali bahkan kendaraan aja sudah tidak ada yang lewat.

Tiba-tiba kami merasakan hawa kengerian. Desis angin dan rengekan suara pohon menimbulkan semacam sensasi keseraman. Aku, Rizal, Wendri dan Riyan kelihatan rasa takutnya sedangkan si Bayu biasa-biasa saja malahan terlihat santai.

Ketika sudah memasuki hutan rasa takut mulai bertambah. Aku, Rizal, Wendri dan Riyan berebutan tempat di tengah barisan, kami takut di belakang apalagi di depan. Bayu di depan kami dan mengecek satu persatu tong yang tidak berisi getah karet.

Setelah lama-lama mencari kami dapatkan satu tong yang kosong, Pulang deh. Provokasi, si Bayu lari beserta yang lainnya.

Kurang ajar aku ditinggal sendirian, padahal lagi bawa tong nih.

Ronda Tetek di Malam Pertama

surabayaspot.com

Ini yang paling seru dan ditunggu-tunggu.

Baca Juga  Pengertian Kerjasama Internasional Beserta Bentuk Tujuan dan Fungsinya

Kami biasa tiap malam tidur di mushola dengan bermodalkan selimut sarung. Baru ketika jarum jam sudah menunjukkan angka 2 kami bersiap untuk beraksi. Untuk tugas dirigen diserahkan padaku, penabuh tong diserahkan ke Bayu dan yang lainnya pukul kentongan dan botol minuman.

Ketika sudah jalan aku langsung ambil komando. Setiap musik pasti ada intronya, aku suruh Bayu duluan tabuh tongnya disusul kentongan baru botol.

Musik sudah berjalan kami pun juga berjalan. Rencana kami adalah berkeliling satu desa ke desa yang lainnya. Seru sekali rasanya, ya meskipun suaranya agak fales karena kami tidak latihan sebelumnya.

Saat di jalan kami bertemu dengan kelompok lainnya yang berjumlah 6, pengennya sih kami bergabung dengan mereka. Kami berdiskusi dengan mereka,baiklah kelompok kami dan kelompok mereka sepakat untuk bergabung hari selanjutnya.

Perang Ronda Sahur

bekasiurbancity.com

Ini terjadi pada hari kedua bulan Ramadhan tahun 2006. Kelompok kami berjumlah sekitar 11 orang, sudah sangat pas supaya suara musik kami terdengar lebih keras. Sepanjang perjalanan kami menyanyikan lagu ‘Karmila’ dan ‘Kucing Garong’.

Ternyata kami bertemu dengan musuh tak diundang dari belakang. Kelompok dari desa lain itu juga ronda sahur parahnya mereka gak pakai alat tradisional seperti kami tapi pakai sound system. Tentu saja suara kami ditutupi oleh suara mereka

nstenda.com

Kami pun marah dan cari cara untuk mengganggu mereka. Kami akhirnya bersembunyi di semak-semak untuk menunggu mereka datang.

5 menit berselang mereka datang, kami kacaukan mereka dengan suara musik kami yang asal-asal. Diantara mereka ada yang berteriak ” wooeey, mereka ada di semak ” kami pun semuanya keluar dari semak dan berlari terbirit-birit.

Yang paling lucu dan berkesan itu adalah saat si Rizal kecebur sungai, padahal sungainya itu banyak gorengannya (berak). Antara ngakak dan prihatin jadi satu. Akhirnya dia tertangkap oleh kelompok itu dan cuma diomongi ( untungnya gak dipukul, kalau seandainya sudah kami akan laporkan ke emaknya 😀 ).

Tertangkapnya Kelompok Sound System

polrestrenggalek.com

Kami akhirnya vakum dari ronda sahur selama 2 hari karena musibah yang menimpa si Rizal. Tapi ada kabar baik bagi kami karena Kelompok sound system kena gerebek polisi. Polisi melarang penggunaan sound system karena mengganggu warga disebabkan suaranya yang begitu keras dan berisik.

Kami begitu senang. Kami akhirnya lanjutkan lagi konser kami saat sahur.

Leave a Comment